Total Tayangan Halaman

Rabu, 12 Februari 2014

Tanda Orang Berbakat Kya


Orang berbakat kaya, Seberapa banyak Anda memiliknya? Berikut adalah 9 tanda-tanda orang berbakat kaya, mungkin Anda termasuk sebagian tanda di bawah ini:
1.      Berpikir Seperti Layaknya Orang Kaya
Orang kaya, orang awam dan kelas menengah memiliki cara berpikir berbeda. Orang awam dan kelas menengah selalu berpikir apa lagi yang mampu dibeli, sedangkan orang-orang berbakat kaya lebih sering berpikir tentang apa produk yang bisa dijual.
Membenahi cara berpikir adalah langkah utama yang akan merubah Anda. Sebab cara berpikir akan mempengaruhi persepsi, cara bertindak, dan cara mengambil keputusan.

2.      Tidak Berpikir Konsumtif
Orang awam selalu berpikir tentang apa yang akan mereka beli jika saja memiliki sejumlah uang. Namun orang kaya selalu berpikir tentang apa yang akan mereka lakukan dengan uang mereka hingga jumlahnya berlipat ganda.

3.      Pintar Mengelola Arus Kas
Perhatian orang awam selalu berfokus pada berapa banyak rupiah yang dihasilkan. Tapi orang berbakat kaya selalu menghitung berapa banyak rupiah yang tersisa setelah dikurangi kebutuhan hidup mendasar. Selisihnya merupakan investasi.

4.      Mampu Membedakan Aset dan Liabilitas
Aset adalah sesuatu yang member tambahan arus kas. Sedangkan liabilitas adalah sesuatu yang menambah beban pengeluaran kas.Untuk itu pikirkanlah barang-barang berharga Anda banyak yang asset ataukah liabilitas?

5.      Selalu Membangun Intangible Asset
Intengable Asset adalah aset non fisik yang tidak kelihatan yang menghasilkan arus kas masuk. Contohnya: relasi, jaringan, kepercayaan, visi, keyakinan, cara berpikir. Seberapa besar Anda sudah membangun Intangible Asset Anda?

6.      Bekerja Untuk Belajar, Bukan Demi Uang
Orang berbakat kaya mengawali karir dengan bekerja kepada orang lain. Mereka bekerja untuk belajar bagaimana system bisnis dijalankan, bagaimana mengelola aliran kas, bagaimana membangan relasi. Namun orang awam dan kelas menengah menempatkan gaji sebagai prioritas saat mereka mempertimbangkan pekerjaan. Mereka tidak peduli kesempatan untuk belajar.

7.      Sangat Percaya Diri
Orang berbakat kaya percaya diri karena brainware yang mereka miliki untuk mendapatkan uang. Orang awam dan kelas menengah hidupnya tergantung pada seberapa banyak uang yang dimiliki. Orang kaya takut terbatasnya sarana investasi untuk membuat uang mereka berkembang biak lebih cepat.

8.      Mengenali Dirinya dengan Baik
Musuh terbesar bagi orang kaya adalah dirinya sendiri. Mereka paham potensi, kelemahan, dan semua karakter yang dimilikinya. Dengan demikian ia mampu mengendalikan diri dalam situasi apapun.

9.      Memandang Uang Sebagai Organisme
Orang kaya memelihara uang, menanam di lahan yang tepat, membersihkan dari hama agar dapat panen hasil melimpah. Mereka tidak diperbudak uang.

Minggu, 02 Februari 2014

Hidup Berawal Dari Mimpi


Bagaimana hari Anda hari ini??
Hari ini cerah dan nampak begitu banyak harapan yang akan kita raih.

Kisah hari ini adalah kisah tentang 3 anak muda yang hidup bersahabat dari sejak remaja. Mereka selalu melewati hari-hari bersama tanpa ada satu sama yang lain meninggalkan salah seorang sendirian.
Ajay, pemuda yang penuh inspirasi. Masih menjoblo karena suatu pilihan yang akan diakhiri saat waktunya telah tiba.  
Arya, pemuda yang selalu menjadi pusat perhatian. Sudah berkali-kali pacaran dan berganti cewek.
Bapra, pemuda yang mencari seorang perempuan idaman sejati yang selalu kurang beruntung dalam mendapatkan wanita idamannya.

Di sebuah Sekolah Menengah Atas Pondok Kayu mereka dipertemukan. Hingga suatu ketika mereka tiba di kelas terakhir tahun ajaran itu. Mereka berkumpul dalam satu kelas 12 IPS 1.

Dalam kegiatan belajar di sekolah Pondok Kayu, kami selalu mendapat nasihat berharga dari wali kelas kami yaitu Ibu Mahmudah. Setiap kesempatan mengajar, beliau selalu mengingatkan,
“Anak-anak sebentar lagi ujian datang, sudah sampai mana belajar kalian?” kata-kata yang selalu terdengar hingga saat ini.

Pernah suatu ketika Arya dan Bapra duduk berdua di sebelah anak tangga di samping kelas. Mereka berdua nampak asyik berdiskusi. Seketika itu Ajay langsung datang ikut meramaikan suasana.
“Pra sebentar lagi kita lulus, apa rencanamu setelah ini?” Arya memulai obrolan ringan.
“Kuliah ambil jurusan TIK dimanapun yang penting bisa masuk ke Jurusan TIK. Sepertinya jurusan TIK banyak dibutuhkan saat ini. Banyak peluang yang bisa dimasuki, atau lulus kuliah jadi Guru TI seperti Pak Elo masih muda sudah sudah jadi PNS. ” jawab Bapra dengan santai.
“Kalau aku ya lulus dari sini kuliah, terus jadi pengusaha, punya anak buah jadi bisa ditinggal liburan bersama istri kemana-mana. Hahaha” sahut Ajay yang sangat antusias kali ini.
Giliran Arya menjawab, “ Kalau aku kuliah ambil jurusan PPKn seperti Ibu Fatmawati, lulus kuliah jadi PNS sudah ayem tentrem hidup di rumah bersama anak istri.”
            “Apapun yang akan kita lakukan nanti, yang penting impian kita harus tetap kita perjuangkan. Semoga kelak kita akan tetap bersama dalam mewujudkan mimpi kita masing-masing.” Sambung Ajay.
            “Benar, mimpi itulah yang akan membawa kita ke tujuan masing-masing. Entah nanti keadaan bagaimana, yang penting usaha tetap lanjut” Bapra menimpali Ajay.
            “Yang penting setelah mimpi harus bangun, ingat mimpi itu saat tidur. Maka dari itu bangun dulu. Bangun. Bangun. Hahaha” Arya menyambar kalimat penutupnya.
Suasana sangat menyenangkan, cakrawala kehidupan baru Nampak sudah ada dalam pikiran mereka.


Benar Saudara semua, dalam menjalani kisah hidup Anda, harus berawal dari mimpi. Sebuah harapan yang akan tetap terus diperjuangkan hingga tercapai. Tidak peduli mimpi itu besar atau kecil. Bermimpi seperti menjadi bintang film, model, guru, PNS tergantung dari setiap passion setiap orang. Seiring bertambah usia dan keadaan yang terus berjalan, mimpi-mimpi seseorang pun juga bisa berubah. Pokok terpenting adalah milikilah mimpi, bangun, dan berlarilah mewujudakn impian itu.


Nah sahabat pribadi yang luar biasa. Semoga cerita di atas bisa membantu mewujudkan mimpi anda yang selama ini masih tersimpan, yang sudah disusun untuk diwujudkan.

Salam sukses. Luar Biasa.

Sabtu, 01 Februari 2014

Identifikasi Anak Autis



Identifikasi anak autis

Menurut DSM IV:
Harus ada setidaknya 6 ciri dari 1,2,3 dengan minimal 2 gejala dari 1 dan masing-masing satu gejala dari 2 dan 3:
1.      Tidak mampu menjalin interaksi sosial yang cukup memadai: kontak mata sangat kurang.
2.      Tidak bisa bermain dengan sebaya.
3.      Dll

Untuk mengidentifikasi anak dikategorikan sebagia anak autis atau bukan, setidaknya harus mengacu pada kriteria tertentu sebagai berikut:
1.      Adanya gangguan dalam berkomunikasi verbal maupun non formal seperti terlambata bicara.
2.      Interaksi sosial
a.       Anak tampak tidak tertarik untuk bermain bersama teman.
b.      Lebih suka menyendiri.
c.       Tidak ada kontak mata, menghindari kontak mata.
3.      Dalam hal tingkah laku, perkembangan anak tidak sesuai seperti anak normal lainnya.
4.      Gangguan sensoris
a.       Dapat sangat sensitif terhadap sentuhan seperti tidak suka dipeluk.
b.      Tidak ada rasa sensitif dengan sakit atau rasa takut.
5.      Pola bermain
a.       Enggan bermain seperti anak lainnya.
b.      Senang dengan permainan berputar-putar.

Untuk mengidentifikasi anak autis tidak boleh dilakukan dengan sembarangan. ada kriteria seperti di atas setidaknya yang digunakan untuk mengidentifikasi.

Senin, 01 April 2013

Proses Perencanaan

PROSES PERENCANAAN DALAM MANAJEMEN

Perencanaan dapat diartikan proses mendefinisikan tujuan dengan membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen. Menurut Guruge (1972)
Perencanaan Pendidikan adalah proses mempersiapkan kegiatan di masa depan dalam bidang pembangunan pendidikan
Menurut George R. Terry
Perencanaan adalah: “planning is the selecting and relating of fact and the making and using of assumption regarding the future in the visualization and formulating of proposed activities believed necessary to achieve desired result”.
Definisi Perencanaan Pendidikan adalah suatu proses intelektual yang berkesinambungan dalam menganalisis, merumuskan, dan menimbang serta memutuskan dengan keputusan yang diambil harus mempunyai konsistensi (taat asas) internal yang berhubungan secara sistematis dengan keputusan-keputusan lain.
Perencanaan pendidikan ditentukan oleh cara, sifat, dan proses pengambilan keputusan, sehingga banyak komponen yang ikut berperan.
Pada intinya perencanaan menurut Agung Wijaya adalah upaya untuk memetakan sesuatu yang  ingin dicapai oleh sebuah organisasi atau individu agar dapat diwujudkan melalui rumusan rencana yang matang dan sudah terkonsep.

Proses perencanaan, terdiri dari :
• Menentukan tujuan perencanaan
• Menentukan tindakan untuk mencapai tujuan
• Mengembangkn dasar pemikiran kondisi mendatang
• Mengidentifikasi cara untuk mencapai tujuan
• Mengimplementasi rencana tindakan dan mengevaluasi hasilnya

Langkah-langkah dasar Manajemen:
1Proses perencanaan atau planning adalah meliputi gagasan bahwa manajemen mengantisipasi berbagai kondisi seperti peluang dan kendala di masa depan, dan berusaha menetapkan lebih dulu apa yang harus mereka lakukan dan apa yang akan mereka capai.
2Proses pengorganisasian berarti menempatkan orang dan prasarana serta sarana dan sumberdaya dalam suatu tata-hubungan yang kondusif untuk bekerja sama menuju sasaran bersama.
3Proses pelaksanaan meliputi pemberian arahan, perintah kerja, dorongan dan motivasi kerja, serta pemecahan masalah.
4Proses pengendalian  dilakukan dengan pengamatan, mencermati laporan, dan melakukan inspeksi supaya pekerjaan di semua bagian sesuai dengan persyaratan kualitas dan ketentuan rencana hasil, dan sesuai dengan anggaran biaya.



DAFTAR RUJUKAN
Handoko, T, Hari. 1984. Manajemen Edisi Kedua. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta.
Effendi, A.R, dkk. 1994. Administrasi Pendidikan. Malang: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Fakultas ilmu Pendidikan IKIP Malang.
Tim Dosen Administrasi Pendidikan. 2009. Manajemen Pendidikan. Bandung: ALFABETA.
Stefanus. 2012. Proses Perencanaan Manajemen, (Online),             (http://wstefanus.wordpress.com/), diakses pada 08 Februari             2013.